Ketika dengan nyamannya aku berlindung, masa lalu datang bersama hujan dia muncul di depan pintu. Bodohnya masa lalu kenapa dia berteman dengan hujan diluar sana, harusnya dia masuk dan berlindung bersamaku. Masa lalu hanya menangis, dia berkata apabila berteman dengan hujan ini aku bisa mengembalikan apa yang sudah hilang aku akan berteman selamanya dengan hujan. Hujan langit dan hujan air mata menyadarkan emosi dan keegoisanku.
Aku senang aku sudah dengan jelas menemukan orang yang mencintai aku tapi masa lalu belum menemui orang yang benar - benar mencintainya. Aku orang yang sangat beruntung tapi jika kali ini aku egois membiarkannya menjadi masa depan aku menjadi orang teregois yang bodoh. Dia berhak menjadi seberuntung aku menemukan orang yang benar - benar mencintainya tanpa syarat apapun.
Terima kasih hujan di lain kesempatan beri aku cerita baru tentang masa depan bukan masa lalu.