Rabu, 17 April 2013

Cerita tentang hujan

Aku seorang yang memiliki banyak cerita tentang hujan, cerita tentang sahabat cerita tentang masa lalu bahkan berharap ada cerita tentang hujan di masa depan. Aku senang ketika hujan tapi tidak jarang aku benci juga dengan hujan. Aku lupa kapan pertemuan pertamaku dengan hujan yang aku ingat hujan memberitahuku bahwa ada orang yang mencintaiku diluar sana. Cerita terangkai kietika sebuah pertengkaran kecil terbentuk dan berubah menjadi pertengkaran besar, ketika dengan egois aku meninggalkan masa lalu entah kenapa hujan datang menyertai. Aku pergi meninggalkan masa lalu dan hujan disana. Aku berteduh di bawah atap kokoh menghindari hujan dan masa lalu. 

Ketika dengan nyamannya aku berlindung, masa lalu datang bersama hujan dia muncul di depan pintu. Bodohnya masa lalu kenapa dia berteman dengan hujan diluar sana, harusnya dia masuk dan berlindung bersamaku. Masa lalu hanya menangis, dia berkata apabila berteman dengan hujan ini aku bisa mengembalikan apa yang sudah hilang aku akan berteman selamanya dengan hujan. Hujan langit dan hujan air mata menyadarkan emosi dan keegoisanku.

Aku senang aku sudah dengan jelas menemukan orang yang mencintai aku tapi masa lalu belum menemui orang yang benar - benar mencintainya. Aku orang yang sangat beruntung tapi jika kali ini aku egois membiarkannya menjadi masa depan aku menjadi orang teregois yang bodoh. Dia berhak menjadi seberuntung aku menemukan orang yang benar - benar mencintainya tanpa syarat apapun.

Terima kasih hujan di lain kesempatan beri aku cerita baru tentang masa depan bukan masa lalu.